Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2025
Ketika Orang Sasak Menulis Dunia Mereka: Takepan, Pepaosan, dan Ingatan yang Hampir Kita Tinggalkan

Ketika Orang Sasak Menulis Dunia Mereka: Takepan, Pepaosan, dan Ingatan yang Hampir Kita Tinggalkan

SEJARAH • KEBUDAYAAN • GAGASAN Oleh: Aldi Nurrasyid Penggagas Nalar Sasak Pada tulisan sebelumnya, kita mencoba melihat kembali satu kenyataan yang sering luput ketika berbicara mengenai masyarakat Sasak. Bahwa masyarakat Sasak memiliki perjalanan sejarah yang jauh lebih panjang daripada usia pariwisata Lombok. Lebih panjang daripada usia Republik Indonesia. Bahkan lebih panjang daripada banyak institusi modern yang hari ini kita anggap sebagai bagian penting dari kehidupan. Tetapi perjalanan sejarah selalu melahirkan pertanyaan berikutnya. Jika masyarakat Sasak telah hidup melalui perjalanan sepanjang itu, bagaimana mereka menyimpan pengetahuan? / Bagaimana sebuah generasi berbicara kepada generasi setelahnya? / Bagaimana sejarah, agama, adat, pengobatan, silsilah, dan cerita diwariskan ketika belum ada sekolah modern, interne...
Baca selengkapnya →
Dari Berugak ke Ruang Digital: Bagaimana Nilai Sasak Bertahan di Era Modern | Nalar Sasak

Dari Berugak ke Ruang Digital: Bagaimana Nilai Sasak Bertahan di Era Modern | Nalar Sasak

Dari Berugak ke Ruang Digital: Bagaimana Nilai Sasak Bertahan di Era Modern | Nalar Sasak Dari Berugak ke Ruang Digital: Bagaimana Nilai Sasak Bertahan di Era Modern | Nalar Sasak Dari Berugak ke Ruang Digital: Bagaimana Nilai Sasak Bertahan di Era Modern Oleh: Aldi Nurrasyid Perubahan zaman selalu membawa manusia pada ruang baru. Cara berkomunikasi berubah, cara belajar berubah, bahkan cara manusia membangun hubungan sosial pun mengalami pergeseran. Namun, di tengah perubahan tersebut, ada satu pertanyaan penting: apakah nilai-nilai budaya harus ikut berubah atau justru kehilangan tempatnya? Bagi masyarakat Sasak, budaya bukan hanya tentang pakaian adat, upacara tradisi, atau simbol-simbol yang diwariskan leluhur. Budaya adalah cara memandang kehidupan. Ia hadir dalam c...
Baca selengkapnya →
Sebelum Lombok Dikenal Dunia: Membaca Kembali Jejak Panjang Peradaban Sasak

Sebelum Lombok Dikenal Dunia: Membaca Kembali Jejak Panjang Peradaban Sasak

SEJARAH • GAGASAN Oleh: Aldi Nurrasyid Nalar Sasak Ada sesuatu yang kadang luput ketika kita membicarakan masyarakat Sasak hari ini. Kita mengenal Lombok melalui pantainya. Melalui Gunung Rinjani. Melalui Mandalika. Melalui desa-desa adat, kain tenun, masjid-masjid tua, tradisi merariq, peresean, gendang beleq, dan berbagai bentuk kebudayaan yang masih hidup di tengah masyarakat. Tetapi ada satu pertanyaan yang mungkin jarang kita ajukan: Seberapa jauh sebenarnya kita mengenal perjalanan masyarakat Sasak sebelum Lombok menjadi seperti yang kita lihat hari ini? Sebab masyarakat Sasak tidak tiba-tiba muncul ketika Lombok menjadi destinasi wisata. Identitas Sasak tidak lahir dari brosur pariwisata. Budaya Sasak juga tidak dimulai ketika orang luar mulai tertarik memotretnya. Jauh sebel...
Baca selengkapnya →
Memahami Makna Sasak: Studi Kasus Identitas, Ingatan Budaya, dan Tantangan Generasi Muda di Era Digital

Memahami Makna Sasak: Studi Kasus Identitas, Ingatan Budaya, dan Tantangan Generasi Muda di Era Digital

Oleh: Aldi Nurrasyid & Hendra Masha Putra Kategori: Studi Kasus Budaya | Nalar Sasak Identitas budaya merupakan bagian penting dalam perjalanan sebuah masyarakat. Ia tidak hanya berbicara tentang asal-usul kelompok, tetapi juga mencerminkan nilai, sejarah, cara berpikir, dan hubungan sosial yang diwariskan dari generasi ke generasi. Bagi masyarakat Lombok, istilah Sasak memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar identitas etnis. Sasak merupakan representasi dari perjalanan sejarah, nilai kehidupan, tradisi, bahasa, kearifan lokal, serta cara masyarakat memahami hubungan antara manusia, alam, dan kehidupan sosial. Namun, perkembangan zaman menghadirkan tantangan baru. Perubahan teknologi, gaya hidup modern, dan arus informasi global membuat generasi muda memiliki cara berbeda dalam memahami identitas budayanya. Pertanyaan penting yang muncul adalah: Apakah Sasak hanya menjadi simbol masa lalu, atau tetap menjadi identitas yang hidup dan relevan bagi generasi saat ini? Mel...
Baca selengkapnya →
Ketika Pariwisata Tumbuh, Siapa yang Benar-Benar Mendapat Manfaat?

Ketika Pariwisata Tumbuh, Siapa yang Benar-Benar Mendapat Manfaat?

Oleh: Aldi Nurrasyid &am; Hendra Masha Putra Kami pernah bersinggungan dengan aktivitas pariwisata, khususnya dalam urusan akomodasi dan pihak perantara. Dari pengalaman sederhana tersebut, kami pernah menemukan harga awal sebuah kamar sekitar Rp350.000, sementara melalui pihak perantara kamar tersebut ditawarkan hingga sekitar Rp1.500.000. Bagi kami, persoalannya bukan semata-mata soal harga. Kami memahami bahwa setiap orang yang bekerja tentu ingin mendapatkan keuntungan. Pihak perantara juga memiliki peran, tenaga, waktu, jaringan, dan risiko dalam menjalankan pekerjaannya. Karena itu, kami tidak melihat keuntungan sebagai sesuatu yang salah. Yang kemudian membuat kami berpikir adalah: apakah cara kita menjalankan bisnis pariwisata hari ini sudah cukup sehat untuk masa depan? Perbedaan harga yang sangat jauh tentu tidak selalu berarti sesuatu yang buruk. Bisa saja ada layanan tambahan, biaya pemasaran, komisi, atau faktor lain yang memang menjadi bagi...
Baca selengkapnya →
Menjaga Ingatan, Membangun Masa Depan: Catatan Aldi Nurrasyid tentang Nalar Sasak

Menjaga Ingatan, Membangun Masa Depan: Catatan Aldi Nurrasyid tentang Nalar Sasak

Merawat Identitas di Tengah Perubahan Zaman Perkembangan zaman membawa banyak perubahan dalam cara manusia melihat, memahami, dan menjaga identitasnya. Teknologi telah membuka ruang yang sangat luas untuk berbagi pengetahuan, tetapi di sisi lain juga menghadirkan tantangan: banyak cerita lokal, sejarah, dan nilai budaya yang perlahan mulai kehilangan ruang dalam percakapan generasi muda. Bagi saya, menjaga identitas bukan berarti menolak perubahan. Justru, perubahan harus menjadi kesempatan untuk membawa nilai-nilai lokal agar dapat dikenal lebih luas melalui cara yang relevan dengan zaman. Dari pemikiran tersebut, lahirlah Nalar Sasak sebagai sebuah ruang digital yang berupaya mendokumentasikan sejarah, budaya, gagasan, dan berbagai cerita tentang masyarakat Sasak. Mengapa Nalar Sasak Hadir? Setiap daerah memiliki cerita. Setiap masyarakat memiliki perjalanan. Namun, tidak semua cerita tersebut terdokumentasikan dengan baik. Sasak bukan hanya tentang sebuah nama suku atau wilayah geo...
Baca selengkapnya →
MANIFESTO NALAR SASAK

MANIFESTO NALAR SASAK

Manifesto Nalar Sasak Mengapa Nalar Sasak Ada? Merawat ingatan, membaca zaman, dan membuka ruang berpikir tentang Sasak, Lombok, serta masa depan masyarakatnya. Oleh Aldi Nurrasyid & Hendra Masha Putra Setiap nama memiliki cerita. Setiap gagasan memiliki alasan untuk lahir. Begitu pula dengan Nalar Sasak . Ia tidak lahir sekadar sebagai nama sebuah blog, melainkan dari kegelisahan, pertanyaan, pengalaman, dan keinginan untuk menghadirkan sebuah ruang yang dapat mempertemukan identitas Sasak dengan perkembangan zaman. Dari Mana Nalar Sasak Berasal? Nalar Sasak berawal dari sebuah pertanyaan sederhana: bagaimana masyarakat Sasak dapat membaca dirinya sendiri ...
Baca selengkapnya →